Ini tentang spot foto yang lumayan menggemparkan media sosial beberapa saat ini. Pertama aku lihat amazing banget tempatnya pasti jauh. Soalnya aku belum pernah lihat dan denger tentang tempat seperti itu di daerah sini. Dan ternyata usut punya usut tempat tersebut tidak jauh dari tempat tinggalku, yaitu masih di kawasan Yogyakarta. Namanya Wisata Kalibiru, yang terletak di: Dusun : Kalibiru Desa : Hargowilis Kec : Kokap Kab : Kulon Progo Wisata Kalibiru ini berada di atas Wisata Waduk Sermo. Wisata ini memang masih baru, terbukti dengan jalanan yang masih kecil dan belum begitu teratur. Untuk menuju tempat wisata ini, harap siapkan kendaraan yang prima. Kalau saran sih yang manual dan bukan yang matic. Soalnya track untuk sampai pada tempat ini begitu menanjak dan berkelok-kelok. Sampai pada jalan yang udah dekat dengan tempat wisata, kami di stop oleh petugas tempat wisata. Kurang lebih ditanya apakah pernah kesini sebelumnya atau belum. Nah kalau belum, petugas akan memberikan sedikit penjelasan tentang jalan menuju atas. Yaitu, kalau ada mobil yang akan naik, petugas akan menginformasikan kepada petugas lain yang jaga di atas agar kendaraan yang akan turun di stop dulu karena jalanan terlalu kecil untuk saling berpapasan antar mobil. Lalu petugas memberitahukan AC mobil dalam keadaan mati dan gigi ada pada 1 agar kuat mendaki jalanan yang sangat menanjak itu. Mendengar instruksi petugas seperti itu aku langsung berguman kok ngeri banget ya, apakah sebegitu seremnya sampai harus ekstra hati-hati dalam berkendara? Dan ternyata setelah dilewati memang jalanannya sangat menanjak dan tikungan sangat tajam, ini yang membuat sedikit serem, tapi asal hati-hati dan fokus tidak menjadi masalah. Lalu untuk menju tempat wisata ini sangat mudah karena sudah banyak arahan petunjuk di jalan, bisa dengan keyword Waduk Sermo yang merupakan tempat wisata yang lebih familiar atau lewat Wates karena wisata ini ada di kabupaten Kulon Progo. Dari Jogja: Ringroad Jombor bisa langsung ke arah Barat menuju Wates/Kulon Progo. Dari Magelang/Borobudur: melewati Kali Bawang-Pringasih-Clereng-Kalibiru. Ada apa disana?
Wah indah banget kan viewnya? Nah ini nih spot foto yang rame diperbincangkan, sampai ada yang menyebut spot foto galau, hehe, kalau dipikir iya juga sih soalnya kalau foto pasti sendirian di atas pohon pinus itu. Itulah kurang lebih yang akan anda dapatkan, pemandangan alam yang luar biasa segernya karena dipenuhi oleh jutaan pohon-pohon di bawah sana. Pemandangan waduk sermo pun jadi suguhan. Lalu yang doyan outbond bisa menjajal beberapa permainan yang memang sudah disediakan, wahana outbond ini ada di atas pohon pinus yang saling mengait satu sama lain. Sangat disayangkan saat aku kesana, pas banget hujan turun disertai angin kencang jadi jangankan bisa outbond, spot foto pun ditutup ga diperbolehkan naik ke atas pohon itu padahal pengen banget pasti seru. Jadinya foto ala kadarnya aja deh.
Untuk masuk ke Wisata Kalibiru sangat ekonomis, tiket per orang hanya Rp 3.000,- saja lalu untuk parkir mobil Rp 5.000,- dan motor Rp 2.000,-. Selanjutnya yang lapar bisa juga bisa membeli aneka hidangan yang dijual di warung-warung di sepanjang jalan, harganya pun masih wajar untuk nasi goreng Rp 8.000,- popmie Rp 6.000,- teh anget Rp 1.500,-. Lalu yang pengen lebih menikmati Wisata Kalibiru, disini juga disediakan homeystay untuk menginap yang sangat tradisional bangunannya semua dari kayu ya mirip rumah Joglo, namun hanya berisi kamar aja. Homestay ini ada beberapa di sepanjang jalan masuk Wisata Kalibiru.
Dan ini lihatlah berbonus kenarsisanku akibat ga bisa foto di spot di atas pohon pinus, hahaaaa.
Yah tiba saatnya di penghujung bulan ini, 31 Januari 2014. Sedih, itulah gambaran rasaku dalam hari ini. Sedih harus mengingat sebentar lagi harus jauh dari keluarga untuk jangka waktu yg lama, campur aduk ga karuan ingin rasanya mengelak dari semua ini, tapi toh ini untuk masa depanku dan jalan guna membahagiakan orang-orang yang aku sayang, bismillah. :-) Ada waktu beberapa saat dirumah terasa begitu singkat. Hari-hari ku lalui bersama keluarga dan teman-teman terbaikku. Berapapun waktu yang diberi kiranya tak cukup untuk sekedar menikmati kebersamaan, aku harus mengakuinya. Hari ini aku menghabiskan waktu untuk sekedar jalan-jalan bersama teman baruku, abang Adam dan abang Patrick yang mau menikmati keindahan kota Yogyakarta, aku juga bersama mas faizin yang menjadi tour guide. :p Abang Adam ini adalah orang Polandia yang kebetulan menjadi volunteer Dejavato yang mendapat tugas mengajar di Indonesia selama 3 bulan. Yah lumayan daripada lumanyun bisa nambah-nambah temen bule, hehe. Sama juga dengan abang Patrick, dia juga volunteer Dejavato tapi mendapat tugas mengajar di sekolah Pekalongan. Jadi kalau sebelumnya aku udah kenal baik sama abang Adam, ini kali pertama aku ketemu sama abang Patrick, nice to meet you abang! Abang Patrick ini ke sini karna berteman baik sama abang Adam, sama-sama orang Polandia tapi mereka beda kota dan baru kenal saat jadi Volunteer di Dejavato ini. Oke langsung aja perjalanan kami mulai pada pukul 10.00 WIB dan kira-kira 1 jam perjalanan kami sudah sampai di kota Jogja. Tujuan pertama kami adalah Keraton Yogyakarta, tempat tinggal Raja Yogyakarta di kala itu. Ini adalah tempat yang banyak menyimpan sejarah kota Yogyakarta. Tidak ada cerita yang akan aku bagikan karna aku juga kurang ngerti akan sejarah yang ada ditempat tersebut, cukup penampakannya ya, cekidot..
dari kiri ke kanan: abang Patrick, aku, mas Faizin, abang Adam
Setelah lelah dan selesai berkeliling Keraton, next destination adalah Taman Sari. Letak dari taman sari ini tidak jauh dari keraton, ditempuh jalan kaki pun bisa, tapi kalau kamu ngerasa capek, disana banyak abang tukang becak yang siap mengantar. Bangunan di taman sari ini juga sangat historical dan megah. Konon cerita, di taman sari ini ada pool yang besar tempat mandi sang raja dengan permasuri dan selir-selirnya. Juga ada masjid, tempat tidur, tempat memasak, dan tempat-tempat lain selayaknya rumah. Untuk masuk ke taman sari ini tiketnya cukup murah, untuk pengunjung lokal Rp 4000 dan pengunjung dari luar alias turis asing Rp 10.000,-. Mau tau ini dia taman sari water castle yang tersohor itu..
Warning aja ni, di taman sari ini banyak guide-guide bersliweran, jadi kalau kamu mau tau tentang tempat-tempat dan cerita tentang taman sari ini kamu bisa menggunakan jasa guide disini. Akan tetapi kalau kamu ga memerlukan jasa guide, kalau ada orang yang tak dikenal datang dan mencoba menjelaskan atau memberitahu letak tempat-tempat disekitar sana, cepet-cepet ditolak atau diakhir cerita kamu akan merasa ga enak udah diceritain panjang lebar tapi ga memberi upah sama mereka, akhirnya mau ga mau harus ngasih uang tips deh.. Oke setelah capek keliling taman sari, sebenernya abang Patrick ngajakin ke candi Prambanan, tapi karna waktu yg udah cukup sore, keinginan itu diurungkannya. Dia dan abang Adam akan ke Prambanan keesokan harinya karna mereka berdua akan nginep di Jogja. Udah terlampau sore udah telat makan siang, kita sepakat untuk mencari tempat untuk lunch. Tentu saja makanan khas Jogja yaitu gudeg menjadi sasaran, so cus deh kita menuju Wijilan tempat yang disepanjang jalan banyak warung-warung menyediakan gudeg, hap hap yumy inilah gudeg Jogja..
Setelah kenyang menyantap gudeg, kali ini kita nemenin abang Adam sama abang Patrick buat nyari hotel di Prawirotaman. Prawirotaman ini letaknya dekat dengan jalan Parangtritis. Memang di daerah jalan Prawirotaman ini gudang hotel buat para bule, wow sepanjang jalan banyak berkeliaran bule-bule semua bikin mata ga ngantuk #eh :D:D
Sebenernya di Prawirotaman ini untuk akses ke Malioboro seperti yang abang Adam sama abang Patrick ingin kunjungi di malam hari nanti cukup jauh, tapi maunya mereka nyari hotel di Prawirotaman karna emang di sana udah terkenal hotel buat para bule gitu. Oke setelah menemukan hotel yang cocok, akhirnya harus say goodbye sama mereka, say goodbye juga buat keberangkatanku merantau hari minggu besuk, see you later guys, will be missing you all. :-(
Hi Januari 2014, bulannya berkumpul dan menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-teman semua, pacar? Ah lupakan :p
Tulisan pertamaku di bulan pertama tahun baru ini harus yang bahagia-bahagia dong ya, sedih-sedihannya ntar, eh kok ada sedih-sedihan segala? Iya, hidup itu maunya seneng terus, tapi tetep adakalanya sedih juga, nah itu baru namanya hidup, ceileh.
Oke, hari minggu lalu 12 Januari 2014, aku dan teman-temanku sepakat untuk melakukan petualangan di merapi, duh kok petualangan ya jalan-jalan aja sih. Setelah erupsi tahun 2010 merapi bermetamorfosis menjadi tempat pariwisata. Dulu dekat-dekat waktu setelah erupsi aku pernah mengunjungi tempat itu namun sebatas mengenang dampak erupsi yaitu tempat-tempat yang terkena erupsi lahar merapi seperti bangunan masjid yang sudah tak bersisa, rumah alm mbah Maridjan yang terkenal sebagai juru kunci merapi, dan benda-benda yang masih tersisa setelah terkena lahar (ada mobil yang tinggal kerangka dan ban doang, motor yang sudah menyatu dengan tanah, dsb). Nah beberapa bulan setelah itu, ada sebuah komunitas yang jeli memanfaatkan sumber daya alam disana sebagai tempat pariwisata dalam bentuk lain, dan terbukti laris lo. Tempat wisata yang dimaksud adalah yang kemaren aku kunjungi, Lava Tour Merapi Kaliadem, yang terletak di Cangkringan Sleman Yogyakarta.
Petualangan kami dimulai dari habis waktu dhuhur sekitar jam 12.30 WIB karna ada personil yang ada urusan di pagi hari. Hari yang mendung tak menyurutkan niat kami untuk sekedar berkumpul dan jalan-jalan bersama. Lah tapi mendekati pukul 12.00 kok malah gerimis aja, gimana dong ntar disana masak hujan mau ngapain? Tanya salah satu temanku yang juga sempat membuatku galau, masak iya disana mau diem aja memandangi hujan (wah syahdu dong jadi tambah galau aja :p) aku pun jadi bingung mau berangkat atau tidak, namun salah satu temanku yang lain meyakinkan untuk tetap berangkat, so let�s go adventure will begin at this time, yeayy!
Karna terlalu sibuk memikirkan jadi pergi atau tidak, akhirnya kami berempat memulai perjalanan pukul 13.30. Sepanjang jalan gerimis hampir hujan lebat tapi kami pun tetap riang, yang penting kebersamaan. Sembari komat kamit berdoa agar bolehlah disini sepanjang jalan hujan tapi yang jelas merapi ga boleh hujan, haha, doa yang maksa. Sekitar 2 jam perjalanan, berbekal arahan jalan (setelah sempat beberapa kali nyasar) finally we have arrived at Lava Tour Merapi Kaliadem, xoxo. Kabut tebal menyelimuti kawasan merapi dan sekitar, jarak pandang hanya beberapa meter, musti hati-hati ni dalam berkendara, sampai-sampai kita gabisa melihat keindahan gunung merapi itu sendiri karna tertutup kabut tebal.
Ini dia jalan sekitar mau sampai Lava Tour yang di selimuti kabut tebal, harusnya di ujung udah pemandangan gunung merapi, tapi karna kabut begitu tebal, jadi ga keliatan deh :(
Oh ya, sebelum sampai ditempat tour, di jalan kita dihadang loket tiket masuk dulu ni, harga tiket perorang Rp 3.000,- ditambah dengan tarif parkir yang kebetulan kami bawa mobil Rp 5.000,- jadi total unttuk kami berempat Rp 17.000,- ya masih murah banget untuk tiket masuknya, tapi tunggu dulu baca sampai selesai ya perjalanan kami, hehe.
Fiuh fiuh sampai di tempat tour pukul 15.30 wah mendung-mendung dan sore tapi tetep masih rame, karna weekend kali ya. Setelah bersih-bersih dan menenangkan diri karna perjalanan terjal dan berkelok, kami pun langsung tanya-tanya tentang wisata disana. Semula memang tujuan kami kesini mau mencoba offroad merapi, di sini tersedia pilihan transporatsi memakai hartop jeep dan motor trail. Untuk motor trail dibandrol dengan tarif Rp 50.000,-/motor, tapi karna kita bareng-bareng dan memang sudah semula dari rumah kita mengkhayal naik hartop jeep willy, so cus deh kita tanya-tanya lebih lanjut karna ternyata banyak pilihan paket trip. Didapat informasi tentang harga paket wisata Lava Tour Merapi Kaliadem dengan kurang lebih rute yang dilewati seperti berikut:
Short Trip (1-1,5 jam) : Rp 250.000,- dengan rute kali opak � museum sisa hartaku � bunker merapi - batu alian/batu wajah - kaliadem
Medium Trip (2-2,5jam) = Rp 350.000,- dengan rute kali opak � museum sisa hartaku � bunker merapi - batu alian/batu wajah � kaliadem - makam alm mbah maridjan
Long Trip (3-3,5 jam) = Rp 450.000,- dengan rute kali opak � museum sisa hartaku � bunker - batu alian/batu wajah � kaliadem - makam alm mbah maridjan � rumah alm mbah maridjan
Sebenarnya masih ada berbagai paket tour lagi seperti paket tour sunrise yang dimulai pukul 04.00 WIB pagi-pagi buta. Dengan paket tour ini pengunjung dapat menikmati keindahan terbitnya matahari (sunrise) yang begitu indah dari ketinggian kawasan merapi, tapi agak lupa dengan range harga dan rute yang diberikan, maap yak. Oke lanjut mengenai 3 paket trip yang sudah aku tuliskan di atas, yang membedakan ketiga trip tersebut selain waktu perjalanan juga tempat yang dikunjungi, semakin mahal semakin banyak tempat yang dikunjungi. Harga tersebut udah pas, nett, alias ga bisa nego sedikitpun, nawar dapat snack dan makan sore aja ga dapet, ahahaha, dasar songong ni mas fany :D. Harga udah include tiket masuk ke beberapa tempat wisata yang disediakan. Memang keliatan mahal, tapi untuk kepuasan dan kegokilan yang diperoleh sepanjang perjalanan yang sangat sangat memacu adrenalin, it�s a proper cost, you must try it guys, seriously!
Tararaaaaa, so ini kenarsisan kita disepanjang perjalanan yang sempat kita abadikan, emang dasarnya narsis sih mau ngeles gimana aja tetap narsis. Wah sayangnya penulis waktu mau berangkat malah mendapat insiden kecil ada semut nakal yang gigit disekitar mata. Alhasil mata jadi agak bengkak kayak habis ditonjok gitu deh, jadi musti make sunglasses terus ni biar tetep kece badai ahahahaha..
Oke, ini hartop jeep willy kebanggaan kita, yang akan mengantarkan kita pada petualangan yang sesungguhnya, haha, keren kan berasa kayak di luar negeri deh ini jadinya pake stir kiri :p:p:p
Moment yang sempat kami abadikan sewaktu di perjalanan dekat kali opak, duh kayak bawa panci itu di kepala!!! Di sepanjang jalan kali opak ini banyak truk-truk penambang pasir, dan tak henti-hentinya kami berjerit-jerit histeris karna driver yang usil sering mengagetkan dengan ngebut dan belok dengan tiba-tiba. Atau hanya sengaja lewat jalan yang terjal dan jelek padahal jalan yang bagus juga ada ahahahah namanya juga offroad masak mau lewat aspal halus. Dan parahnya tau ada genangan air juga ditrabas dengan ngebut alhasil air nyembur naik semua mengguyur badan, badan jadi penuh air comberan -___-
Ada juga video amatir kegokilan yang sempat kami ambil sewaktu di perjalanan, video yang sangat amat minimalis, cuma durasi pendek karna ga sempet ngambil lagi, buat seru-seruan aja feel free to laugh!
Oke next ini dia museum mini sisa hartaku. Di dalam museum ini ada sisa benda-benda yang terkena erusi lahar merapi contohnya di depan museum ada motor tua yang rusak karna terkena lahar
Lalu ada berbagai perabotan yang terkena lahar dan karna panasnya sampai menyatu satu dengan yang lainnya, contohnya ini sendok dan alasnya
Lalu ada juga kerangka hewan.
Oke setelah berkeliling-keliling di museum mini, next destination kita ke bunker. Konon bunker ini kayak terowongan untuk tempat berlindung penduduk kalau ada letusan. Namun, berita terakhir sewaktu erupsi merapi kemaren, ada 2 orang yang berniat menyelamatkan diri lalu masuk ke bunker, karna merapi meletus membawa lahar yang panas akhirnya 2 orang itu meninggal di dalam bunker karna kepanasan, innalillahi.
Ini dia foto kami di depan bunker, kami bertiga dengan satu peliharaan :p:p:p
Setelah dari bunker, perjalanan berkelok kami lanjutkan ke batu alian atau batu wajah. Yang di maksud adalah sesuai namanya, ada batu besar yang bentuknya menyerupai wajah manusia subhanalloh, ini dia:
Oke well, setelah dari tempat ini tak terasa perjalanan 1,5 jam pun telah berakhir, kami harus kembali ke tempat pemberangkatan semula, tapi masih dengan jeep kebanggaan dan jalan yang terjal, woooow sangat memacu adrenalin, oke we�d go!!!!!!
Akhirnya perjalanan pun selesai, kami tiba di tempat pemberangkatan semula sekitar jam 17.30. Rasa ketakutan karna deg-degan masih terasa, dingin karna cuaca yang kurang mendukung wah perlu yang hangat-hangat nih, lalu kami putuskan untuk mencari makan dan minum di daerah sekitar. Banyak sekali warung �warung di sepanjang jalan dengan harga makanan yang masih bersahabat jadi jangan takut kemahalan, seperti untuk harga teh anget 2.500 dan pop mie instan 6.000.
Setelah kenyang dan merasa hangat, kami pun melaju turun untuk melanjutkan perjalanan dan kebersamaan kami. Next destination is Jogja, aaaaa, mau ngapain sih ke jogja? Mau makan cin masih lapaaaaaar karna ternyata pop mie instan se cup tidak cukup mengganjal perut kami, oke Jogja i�m comming, see you later reader. :-)