Tampilkan postingan dengan label Bangka Belitung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bangka Belitung. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 September 2015

Snorkling Pantai Tanjung Klayang Bangka

Bangka memang identik dengan berbagai pantainya yang cantik. Namun, masih minim olahraga air seperti misalnya snorkling. Dengan snorkling, kita bisa lebih melihat keindahan bawah laut dan menikmati pantai seutuhnya.


Pantai Tanjung Klayang

Aku suka banget sama snorkling, oleh karenanya aku sangat senang ketika mendapat kabar dari temenku bahwa di pantai dekat Pantai Matras bisa untuk snorkling. Pantai Tanjung Klayang namanya. Pantai ini ada di deretan Pantai Matras, tepatnya sebelum Pantai Matras, Bangka.






Bersama teman-teman kos dua putra
Namun, sepertinya tidak setiap hari snorkling ini dibuka untuk umum, karena ternyata snorkling ini masih liar alias penyewa alat-alat snorkling-nya hanya mahasiswa kampus. Untuk itu fasilitas yang didapat juga sangat minim. Sewa alat snorkling tarifnya 50ribu hanya mendapatkan snorkle dan masker. Tidak termasuk pelampung dan kaki katak untuk berenang. Oleh karena itu, bagi kalian yang tidak bisa berenang sangat tidak dianjurkan untuk ikutan snorkling di tempat ini. Terlebih kita dari tepian menuju tengah laut tidak dibawa dengan kapal, melainkan berenang sendiri dari tepi pantai. Di tengah lautpun kondisinya agak berbahaya, kita hanya berpijak pada karang yang agak tinggi di dalam air. Karangnya agak tajam, alhasil kaki terasa sakit menginjak karang. Dan ombak kala itu lumayan besar, membawa badan terombang-ambing seperti mau jatuh. Tapi lumayan asiklah untuk pengalaman, tersedia juga foto underwater gratis dari petugas. Tapi karena pengambilan foto terburu-buru, aku sudah ga kuat lama-lama di dalam air akhirnya seadanya saja mengambilnya, not good, ah!


Terumbu Karang di dalam laut, diambil oleh temenku, bagus kan!

Berada di Kabupaten Bangka, pantai ini mudah dijangkau. Akses masuk gratis, namun ya dengan minim fasilitas misalnya tempat mandi atau ganti baju. Nah susahnya itu, kalau udah basah-basahan, gimana bilasnya nih? Kalau mau yang mandi beneran sih harus naik mobil dulu ke Pantai Matras yang ada kamar mandinya. Namun, kalau tidak ingin terlalu jauh, di jalan masuk Pantai Tanjung Klayang ini tersedia berupa sungai kecil (sendang) untuk mandi. Sendang ini sangat sederhana, yang tidak dipagari rapat hanya berpagarkan pepohonan, letaknya agak menjorok kedalam seperti gua, namun airnya sangat segar ketika dibasuhan ke badan.

Foto underwater yang hasilnya kurang maksimal

Exlopre Muntok Bangka Barat

Bukan lagi MTMA (My Trip My Advanture) namun sekarang adalah MJMA yaitu My Job My Advanture, hehe.

Cerita masih berasal dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tempat dimana sejauh ini aku berada. Berbeda dari cerita tempat wisata sebelumnya yang hanya berada diseputar Kabupaten Bangka, sekarang aku lagi menjelajah di Kabupaten Bangka Barat.

Sudah lama sekitar bulan Mei aku berada di Kota Muntok ini, yang merupakan Ibukota Kabupaten Bangka Barat. Selama 8 hari atau 2 minggu aku disini, yang sebenernya tujuanku ke tempat ini dengan membawa urusan kerjaan. Nah, sambil menyelam minum air barulah disela-sela kesibukanku, aku menyempatan barang sebent ar untuk mengunjungi dan menikmati keasikan panorama di Kabupaten yang beribukota di Muntok ini. Yang penting kan gak mengganggu waktu kerja kan. :-)

Sekitar 3 jam perjalanan aku tempuh dari Pangkalpinang menuju Muntok mengendarai travel ke arah Barat Laut. Kebanyakan, tempat yang bisa dijadikan tempat wisata disini adalah tempat bernuansa sejarah, karena dari sejarah Indonesia dapat dilihat bahwa Bangka khususnya Bangka Barat adalah tempat dimana Presiden Indoenesia Pertama yaitu Soekarno diasingkan. Dan inilah beberapa tempat yang bisa dikunjungi saat berlibur ke Muntok:

1. Pelabuhan, Pantai, dan Mercusuar Tanjung Kalian
Oleh karena Muntok ini adalah Bangka ujung sebelah Barat laut yang berbatasan dengan Palembang, maka pantai juga wajib ada disini. Pelabuhan, Pantai, dan Mercusuar ini berada dalam satu tempat. Namanya Tanjung Kalian, pantai yang sangat terkenal di Bangka Barat. Pasirnya putih, lautnya biru, dan ombaknya kecil, perfect untuk pantai idaman dan mandi bermain air di pantai. Pantai Tanjung Kalian ini agak berbeda dengan pantai di Bangka pada umumnya yang menyajikan bebatuan besar sebagai daya tarik wisatawan. Selain wisata pantai, Tanjung Kalian ini merupakan pelabuhan yang dengan berbagai kapal akan mengantar ke Palembang. Sempat nanya, sehari ada dua sampai tiga kapal fery yang berangkat ke Palembang, dengan jam paling sore adalah pukul 17.00 WIB.


Pantai Tanjung Kalian

Pelabuhan Tanjung Kalian dari samping


Mercusuar Tanjung Kalian
Selain Pelabuhan, daya tarik Pantai Tanjung Kalian ini ada Mercusuar Tanjung Kalian. Mercusuar ini sudah tua banget yang dibangun pada jaman Belanda yaitu pada tahun 1862. Fungsi mercusuar ini masih sama, yaitu untuk memantau kapal-kapal yang akan menuju pelabuhan. Dan walaupun sudah berusia sangat tua, tidak menggeser fungsi mercusuar ini lo, terbukti sampai sekarang mercusuar masih beroperasi. Saat datang kesana (karena sempat dipaksa juga sih) kami menaiki mercusuar yang sangat tinggi itu, konon + 65 meter yang terdiri dari 18 lantau dan ratusan anak tangga. Bisa dibayangkan dong ya betapa capek dan ngos-ngosannya kami semua sampai di atas, apalagi naiknya sewaktu mau sore nyaris maghrib, harap-harap cemas banget ketakutan. Untungnya kami ditemani oleh bapak penjaga mercusuar, yang setia menemani dan membawakan kami senter sampai di atas karena kondisi di tangga mercusuar cukup gelap. Dan Taraaa semua kelelahan dan ketakutan terbayarkan setelah sampai di puncak menara. Kita bisa melihat sudut kota Bangka Barat dari ketinggian.


Pemandangan dari atas Mercusuar Tanjung Kalian


Otak-otak ikan Tanjung Kalian
Nah ini yang ditunggu-tunggu, selain semua keindahan panorama tersebut, yang membuat betah berlama-lama duduk di pinggir pantai ini adalah kulinernya. Di pinggir pantai ada beberapa penjual yang menyajikan kuliner khas Bangka yaitu otak-otak ikan dengan berbagai sambal yang didampingi dengan segarnya es kelapa muda, nyam! Dan jangan khawatir, harga disini ekonomis kok, cukup Rp 1.000,- untuk satu otak-otak ikan yang lezat.








2. Batu Belah
Wisata ini aku agak lupa namanya, lokasinya dekat dan searah jika kita mengunjungi Pantai Tanjung Kalian. Jadi disini ada batu besar yang bentuknya seperti kerang terbuka.


Batu Belah

3. Wisma Gunung Menumbing
Wisma Bukit Menumbing
Wisata yang tak kalah seru dan menantang adalah bukit Menumbing, iya karena lokasinya ada di bukit. Jadi dari kota Bangka Barat kita bisa melihat ini bukit yang paling tinggi dan ada antena pemancarnya, nah itulah Bukit Menumbing. Apabila anda menggunakan mobil sebagai transportasi sangat diharapkan untuk driver profesional yang mengendarai kendaraan, karena lokasinya sangat tinggi dengan jalanan yang terjal dan sempit.
Setelah sampai di puncak, kita akan melihat sebuah rumah yang dulunya adalah tempat yang digunakan untuk pengasingan Bung Karno. Rumah ini terdiri satu lantai, namun bangunan tengahnya sangat tinggi yang konon atapnya digunakan untuk mendarat Helikopter. Di dalam rumah masih sangat terawat karena ada penjaganya. Isinya pun masih komplit, seperti tempat tidur Bung Karno dan Bung Hatta, Meja dari marmer, Kursi, Peta, dan Mobil yang sering digunakan oleh Bung Hatta. Dari atap rumah, kita bisa melihat Kota Bangka Barat dari ketinggian, inilah Indonesiaku!

Foto dari roof top Wisma Bukit Menumbing

Jalan menuju Wisma Bukit Menumbing

4. Pesanggrahan
Monumen di depan Pesanggrahan
Berbeda dengan Wisma Gunung Menumbing yang dijadikan tempat pengasingan Bung Karno, Pesanggrahan ini dijadikan tempat singgahnya Bung Karno. Sebuah rumah yang berbentuk huruf U dengan monumen di depannya ini berisi barang-barang peninggalan sejarah, seperti foto-foto Bung Karno waktu dulu, berbagai uang kertas dan koin, peta, dsb. Di dalam rumah ini juga dilengkapi kamar-kamar termasuk kamar yan digunakan Bung Karno dulu. Rumah ini dikelola oleh Dinas Kabupaten Bangka Barat.


Rumah Pesanggrahan

Pintu Masuk Pesanggrahan

Koleksi berbagai uang jaman dulu di Pesanggrahan


5. Museum Timah Indonesia
Museum Timah Indonesia
Inilah foto Museum Timah dari depan dan samping. Museum ini ada di daerah kota dekat dengan taman kereta. Tapi waktu kesini sayangnya sudah sore dan museum sudah tutup, alhasil hanya bisa foto-foto di area museum saja.




Dari samping Museum

6. Masjid Jami' Muntok
Menara Masjid Jami' Muntok
Masjid Jami' ini sangat luas dan punya menara 6 lantai, yang bersebelahan sama Kelenteng Kong Fuk Miau. Konon, tanah masjid ini adalah tanah milik kelenteng yang diwakafkan untuk dibangun masjid. Disini terlihat toleransi umat beragama yang sangat padu, seperti kalau sedang ada perayaan imlek mulainya selepas habis sholat isyak dan sebaliknya. Masjid Jami' ini juga berada di daerah Kota, dekat dengan Museum Timah.

7. Masjid Agung Muntok
Berbeda dengan masjid Jami', Masjid Agung Muntok ini berada di daerah Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Barat. Masjid ini sangat besar dengan bangunan dan artisektur yang megah. Masjid dua lantai ini agak sepi pada hari biasa karena lokasinya yang jauh dari pemukiman masyaraka. Meskipun begitu tidak mengurangi nilai agamis dari sebuah masjid, karena pada saat menjelang waktu sholat banyak pegawai-pegawai Pemda yang juga menyempatkan sholat disini. Lantai pertama di masjid ini berfungsi sebagai kantor agama, ada perpustakaan buku, lalu lantai kedua untuk tempat sholat.


Masjid Agung Muntok

8. Rumah Mayor China
Seperti namanya, rumah ini dulunya adalah milik Mayor China. Rumah yang sangat besar dengan banyak pilar besar dan patung macan di depannya, sangat historical. Oleh karenanya rumah ini juga sering disebut rumah macan. Sekarang, rumah ini ditempatin oleh ahli warisnya Mayor China, dan di sekitar rumah ini juga terdapat rumah-rumah keturunan Mayor.


Rumah Mayor China

Sabtu, 12 September 2015

Selamat Datang di Hutan Pelawan, dari Jembatan Merah sampai Madu Pahit

Lagi merasa bosen dirumah? Perlu suasana baru, refreshing agar otak kembali fresh saat besuk masuk kerja? Ini nih, gugusan hijau melambai yang memberikan kesejukan dan ketentraman kala kita mendekat ke arahnya.


Gapura/pintu masuk Hutan Pelawan

Cagar alam Hutan Pelawan, terletak di Desa Namang Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung. Ditempuh hanya sekitar 40 menit dari Kota Pangkalpinang. Arahnya dari Kota Pangkalpinang menuju ke arah Bangka Tengah (Koba), namun sebelum sampai Koba, sekitar 30 menit perjalanan santai nanti ada pertigaan yang ditengahnya ada tugu kecil. Kalau kita ikutin jalan aspal belok ke kiri, kita akan sampai di Koba. Nah, kita ambil yang jalan desa lurus. Setelah lurus masuk ke jalan desa mulailah pada jalan yang tidak begitu bagus, jalan yang lumayan lebar namun masih berupa tanah puru dan banyak gelombang atau lubang dimana-mana. Harus hati-hati dalam berkendara ya guys.

Sekitar 10 menit masuk jalan setapak kita akan sampai pada gerbang Hutan Pelawan, selamat datang!

Lalu apa aja sih yang ada di Hutan Pelawan ini?
Pohon Pelawan
1. Sesuai dengan namanya, di Hutan Pelawan terdapat berbagai pepohonan rindang yang memenuhi hutan, dan salah satu pohon yang terkenal adalah pohon pelawan. Batang pohon ini adalah agak kemerahan, dan biasanya kayu pohon pelawan digunakan oleh penduduk untuk merambatkan tanaman sahang (lada).











2. Sentral pembuatan madu, ada madu manis dan madu pahit pelawan. Kalau madu manis udah biasa ya, namun disini ada madu pahit. Madu pahit memang rasanya agak pahit, madu ini dibuat  dari kawanan lebah yang menyedot serbuk bunga pohon pelawan, sedangkan madu manis menghisap sari dari pohon lain seperti leting, rempudung. Madu ini baik untuk kesehatan, menjaga kekebalan tubuh, dan dipercaya untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Harga madu pahit per 300cc sekitar Rp 200.000,00 sedangkan madu manis per 300cc sekitar Rp 80.000,00.
3. Berbaga hewan juga hidup di dalam hutan. Jadi ga cuma pepohonan aja nih yang ada disini, hewan-hewan juga banyak. Seperti monyet, berbagai burung, reptile, dan masih banyak termasuk beberapa hewan langka menurut Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Tengah.
Jembatan Merah Hutan Pelawan
4. Jembatan merah aku menyebutnya karena jembatan ini berwarna merah dan panjang menyusuri dalam hutan. Seperti menjadi ikon Hutan Pelawan, kita bisa menyusuri hutan melewati jembatan yang menghubungkan dari awal kita masuk sampai mentok hutan. Jadi ga perlu takut-takut masuk hutan jalannya kecil dan serem, malah jembatan ini hits banget lo buat foto-foto.






















5. Rumah pohon. Selain ada beberapa pendopo di dalam hutan untuk beristirahat, di hutan belum komplit kalau ga ada rumah pohon. Nah, di Hutan Pelawan juga ada rumah pohon nih. Malah rumah pohonnya gede, ada tangga lebar untuk naik dan sampailah pada sebuah rumah di atas yang dihubungkan dengan jalan menuju ke pohon. Penasaran seperti apa bentuknya, liat di gambar ya.


Rumah Pohon Hutan Pelawan



















Hanya saja hampir saat sampai mentok/akhir Hutan Pelawan ada bagian yang masih memakai jembatan kecil hampir menyentuh sungai, hati-hati dalam berjalan ya.

Jembatan tradisional Hutan Pelawan

Selasa, 08 September 2015

Pesona Kolong Kaolin (Kolong Biru) Bangka Selatan, Musibah atau Anugerah?

Hai ~ Lama sekali tidak berjumpa. 

Menulis menjadi sangat menyenangkan jika masih fresh pulang dari jalan-jalan. Kali ini cerita jalan-jalanku berasal dari sebuah bencana namun alhamdulillah menjadi sebuah tempat yang sangat luar biasa mempesona, seperti halnya berbagai ucapan pujian keluar dari kami melihat hamparan putih dan biru menyatu, sungguh besar kuasa-Mu, masyaAllah.


Namanya Kolong Kaolin atau Kolong Biru, mungkin nama ini diberikan karena airnya berwarna biru jernih. Ga sengaja sih mau ke tempat ini, hari Sabtu lalu aku melihat salah satu teman kosku dulu meng-upload sebuah foto, foto itu keren banget! Mungkin karena dia hobi motret emang, jago editing makanya hasil fotonya bagus, pikirku. Sorenya aku pergi ke tempat temanku, dan di sana bertemu dengan orang Bangka asli. Dari situ pembicaraan dimulai, sepakatlah besuk hari Minggu kita mengunjungi Kolong Kaolin ini.

Terletak di perbatasan Bangka Selatan, tepatnya di desa Air Bara, perjalanan dari Pangkalpinang kita tempuh selama kurang lebih 1,5 jam santai. Rutenya dari Kota Pangkalpinang ke arah Koba (Bangka Tengah) lalu menuju Bangka Selatan. Setelah kita mulai masuk perbatasan Bangka Selatan (Desa Air Bara) nanti ada belokan berupa jalan setapak atau jalan tanah puru yang lumayan lebar, lalu belok kanan. Tapi hati-hati, jalan masuk ini masih berupa tanah dan bergelombang tajam disana-sini. Tidak disarankan menggunakan mobil pendek berjenis sedan, karena akan mengalami kesusahan dalam melewatinya. Belum ada pengelolaan untuk tempat wisata ini, terbukti karena akses jalan kesana belum diperhatikan dan tidak ada pengenaan tarif masuk.  Sekitar 15 menit kita akan sampai di Kolong Kaolin. Mmm, sampai disana tempatnya bukan bagus, tapi buaguuussssss banget, masyaAllah. Bentuknya menyerupai kawah yang sangat lebar. Pemandangan tanah dan bebatuan berwarna putih mengunung, dipadukan dengan kawah di tengahnya berisikan air biru jernih bergradasi.



Cukup lama kami menghabiskan waktu untuk mengagumi tempat mempesona ciptaan-Nya itu, berfoto-foto, dan berjalan-jalan menyusuri gundukan tanah dan bebatuan. Namun, ada juga mereka yang menikmati keindahan Kolong ini dengan berenang di air kolong, kebanyakan para kaum pria. Kurang tau seberapa dalam Kolong tersebut, yang ku lihat mereka hanya berenang-renang dan kadang menggunakan bambu yang mungkin sebagai pelampung.

Oya, ini beberapa tips kalau kalian ingin berkunjung ke Kolong Kaolin:

  • menggunakan kendaraan roda dua, atau roda empat namun mobil-mobil tinggi. Tidak dianjurkan memakai mobil pendek jenis sedan, karena medan jalan menuju ke kolong yang belum terkelola dengan baik berupa jalan tanah berlubang bergelombang tajam.
  • membawa masker untuk mulut dan hidung karena jalanan tanah berdebu berat.
  • memakai sendal/sepatu flat yang tidak licin, karena tempat yang naik turun mendaki gunungan tanah dan bebatuan.
  • membawa baju ganti kalau pengen berenang (namun tidak dianjurkan).
  • jangan lupa membawa kamera untuk mengabadikan foto.



Di atas aku menyebutkan kata bencana, kenapa? Iya, karena terlepas dari sekarang aku sangat mengagumi tempat tersebut, jauh sebelum hari ini akan menjadi sangat sedih kalau tau sejarahnya kenapa tempat ini bisa menjadi Kolong Kaolin yang sangat mempesona. Tentu sudah menjadi hal yang tidak asing ketika kita mendengar Pulau Bangka Belitung, yang akan terlintas adalah timah. Ya, karena Pulau Bangka Belitung adalah daerah penghasil timah putih terbesar di Indonesia. Hal ini seharusnya merupakan kabar bahagia karena membuktikan bahwa negara kita Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya. Hal tersebut juga disambut dengan antusiasme bukan hanya dari orang Bangka asli, namun orang-orang dari luar Pulau Bangka juga berbondong-bondong ke Bangka untuk mengeruk keuntungan dan memperbaiki status ekonomi mereka karena notabene harga jual timah yang tinggi. Oleh karena dulunya pemerintah belum memberikan regulasi yang ketat untuk penambangan timah dan membebaskan kepada masyarakat untuk mengeruk/mengeksploitasi pertambangan timah untuk memperbaiki perekonomian orang Bangka secara umum, sehingga pelaku penambangan timah ini sangat beragam bukan hanya dari organisasi yaitu PT. Timah sendiri, namun banyak dari orang perorang atau kelompok masyarakat yang berasal dari mana-mana.

Seiring berjalannya waktu, banyak sekali dampak yang terlihat khususnya dampak negatif adanya eksploitasi timah secara besar-besaran, yaitu terbentuk kolong, salah satunya Kolong Kaolin. Kolong terbentuk akibat pengerukan/eksploitasi timah ilegal. Karena biasanya kelompok yang telah menambang timah, akan meninggalkan daerah penambangannya apabila sudah tidak menghasilkan lagi/tidak produktif. Selanjutnya, kolong yang berbentuk seperti kawah ini akan menampung air hujan/air dari daerah yang lebih tinggi namun tidak bisa menyalurkan ke daerah yang lebih rendah. Akibatnya tidak hanya sampai pada kerusakan lingkungan saja (terbentuknya kolong), banyak hal seperti Kolong memilliki sisa endapan logam yang dapat menjadi racun untuk masyarakat yang tinggal di sekitar Kolong. Katanya, kolong bisa dimanfaatkan oleh masyarakat jika umurnya sudah tua sekitar 10 tahunan. Kolong yang masih muda berwarna biru jernih, sedang Kolong yang tua berwarna hijau gelap lalu menuju coklat. Nah kolong yang tua ini katanya bisa dimanfaatkan, entah itu untuk MCK atau untuk kegiatan lain (tapi tidak dianjurkan). Itulah mengapa saya agak heran dengan pemandangan orang berenang di air Kolong, apakah hal tersebut tidak berbahaya?

Senin, 20 April 2015

Tanjung Pesona Beach Resort and Spa

Berbicara tentang pantai di Bangka ga bakal ada habisnya. Dari segi nama aja udah keliatan "Kepulauan Bangka Belitung", karena bentuknya pulau jadi pasti banyak pantai-pantai dong di sekelilingnya.




Kali ini aku akan menulis tentang keindahan di Pantai Tanjung Pesona, dari cerita sebelumnya bahwa pantai ini dekat sekali dengan Kuil Pagoda Vihara Puri Tri Agung. Maka selepas mengunjungi Kuil tersebut, sekalian aku mengunjungi Pantai Tanjung Pesona ini. Pantai ini berlokasi di Jalan Pantai Rebo, Sungailiat Bangka. Jadi arahan jalan menuju Pantai Tanjung Pesona ini dari kota Pangkalpinang melaju ke utara menuju ke Sungailiat. Perjalanan dari Pangkalpinang kota sampai lokasi membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan.


Pantai dengan nama resminya Tanjung pesona Beach Resort and Spa ini merupakan salah satu dari dua pantai yang sudah berbentuk resort di Kabupaten Bangka, artinya sudah ada pengelolaan yang terawat di dalamnya. Area resort ini sangat luas. Tidak heran resort ini sudah dilengkapi dengan full fasilitas di antaranya hotel bintang 4 yang memiliki 63 kamar dengan berbagai tipe yang dilengkapi dengan fasilitas ball room dan meeting class room untuk kegiatan pertemuan atau seminar. Selain fasilitas mewah yang ditawarkan, di dekat/pinggir pantai ini terdapat lahan untuk bermain anak yang dilengkapi dengan mainan anak-anak seperti ayunan, jungkat-jungkit dll dan lahan yang teduh dikelilingi banyak pohon untuk sekedar duduk bersantai menyantap cemilan. 



Suasana pantai sangat mendayu-dayu. Dengan banyaknya bebatuan pantai yang besar, kita bisa naik ke atas batu dan melihat keindahan pantai yang membujur sepanjang mata memandang. Pemandangan air laut, bangunan resort, bebatuan yang tersebar di pinggir pantai, pepohonan yang menghijau di ujung, perfect! Apalagi didekat resortjuga terdapat bangunan seperti jembatan yang menjorok kepantai dengan ujung sebuah pedopo kecil, tempat ini juga merupakan salah satu spot yang strategis untuk menikmati keindahan lain dari Pantai Tanjung Pesona. Di dalam pendopo kita bisa lebih dekat dengan air dan memandang jauh ke tengah laut.

Minggu, 19 April 2015

Color Fun Run Pangkalpinang 19 April 2015

Event kayak gini lagi jadi trend sepertinya, yah walau kebanyakan pesertanya adalah abg-abg macam anak sekolahan, but we were enjoying it!

The Girls (Keisha-Dewi-Demar-Suci-Retno)

Berasa flashback ke jaman putih abu-abu aja, hehe, iya karena acaranya kayak pensi SMA. Kebanyakan yang pentas memberikan pertunjukan adalah mewakili dari beberapa SMA. Kata iklan, ga kotor itu ga belajar, jadi kita ikutan deh event ini, haha, ngeles ya.

Color Fun Run atau sering disebut Color Run ya pastinya lari ya. Walau pada prakteknya cuma color walk alias pada jalan semua. Pada prinsipnya kita lari mengikuti rute dan di sepajang jalan ada beberapa spot yang dijaga oleh panita membawa tepung warna yang akan disemprotkan pada para peserta Color Run. Jangan malu-malu ya, karena serunya berada saat seluruh badan kita dari rambut sampai kaki terkena tepung cat warna-warni. Untuk bagian wajah jangan khawatir, karena dari pendaftaran sudah diberikan kacamata dan slayer untuk menutupi mata dan wajah atau lebih ke hidung agar tepung yang disemprotkan tidak menggangu pernafasan.

Tiket = 98.ooo IDR
Kelengkapan yang didapat:
- kaos
- kacamata hitam
- slayer
- nomor dada
- kupon undian


Rute yang ditempuh sekitar 5,9 km. Lumayan jauh kan kan, aku aja sampai gempor capek berasa pengen naik angkot di tengah jalan. Namun dengan tekad dan kerja keras yang kuat, aku bisa melewatinya. Prok Prok Prok!!! :-D :-D :-D Rute yang di maksud adalah start dari Lapangan Merdeka lalu ke utara melewati Jalan Sudirman sampai lampu merah timah belok kiri, lalu sebelum RS Bakti Timah belok kiri, jalan terus melewati Jalan Kapten Munzir, jalan terus sampai melewati Jalan Kenanga sampai mentok di lampu merah dekat Masjid Jami' lalu belok kiri melewati Jalan Masjid Jami' sampai di lampu merah (karaoke Diva) lalu belok kiri lagi menyusuri Jalan Sudirman sampai finish di Lapangan Merdeka lagi.

Setelah sampai finish acara belum selesai masih di selingi beberapa pertunjukan dance yang diikuti oleh para peserta dengan diguyurnya air ke arah peserta dari arah atas. Di sekitar panggung juga disediakan beberapa booth untuk dibuat berfoto ria dengan berbagai propertinya, seperti keasikan kita berfoto di booth instagram ini.



Lalu photo booth dengan background Color Fun Run.





Pembagian doorprice jadi acara finalnya. Sambil mendengarkan MC membacakan doorprice, menikmati jajanan di pinggir lapangan sepertinya enak.



Oke, cukup sekian. See you in another story.

Kamis, 16 April 2015

Kuil Itu Bernama Pagoda Vihara Puri Tri Agung

Liburan di Bangka Belitung sekarang tidak hanya identik dengan liburan ala-ala pantai. Bangka Belitung memang terkenal dengan beribu pantai yang sangat cantik dan masih bersih, namun siapa sangka banyak sekali wisata kuil yang ada di provinsi yang beribukota di Pangkalpinang ini.
Gambar Pagoda Vihara Puri Tri Agung dari samping.

Kuil yang terdapat Patung besar Dewi Kwan Im itu bernama Pagoda Vihara Puri Tri Agung. Puri ini berada di Kabuaten Sungailiat, Bangka Belitung. Puri Tri Agung ini oleh masyarakat sekitar sering juga disebut dengan kuil shaolin, karena memang bangunannnya yang mirip kuil shaolin. Puri yang konon membutuhkan waktu pembangunan selama 12 tahun ini berdiri dengan bangunan kokoh dan megah, bertempat di atas sebuah pantai. Pantai yang dimaksud adalah Pantai Tikus atau Pantai Nirwana. Tak heran, dari puri ini kita bisa melihat keindahan Pantai Tikus yang tepat berada di bawah puri. Selain Pantai Tikus, puri ini berada di sebelah selatan Resort Pantai Tanjung Pesona. Jadi, kalau kalian akan merencanakan mengunjungi Tanjung Pesona, bisa  terlebih dahulu melewati Puri ini dan singgah menikmati pemandangan puri yang menyatu dengan pantai.

Patung Dewi Kwan Im di samping Puri.

Puri ini baru diresmikan pada Januari 2015 kemarin. Puri Tri Agung sangat ramai dikunjungi oleh para wisatawan, terlebih di akhir pekan. Para Wisatawan itupun datang dari berbagai daerah, bukan hanya orang asli Bangka.  Puri yang digunakan untuk tempat beribadah ini juga digunakan untuk tempat acara perayaan seperti perayaan Cap Gomeh yang luar biasa ramai.

Pemandangan depan puri yang merupakan Pantai Tikus atau Pantai Nirwana.