Rabu, 19 Maret 2014

Dzikir dan doa setelah shalat lima waktu



Dzikir dan doa setelah shalat lima waktu
Para pembaca semoga Allah menanamkan dalam hati kita kecintaan kepada kebaikan dan kebenaran. Diantara kebaikan yang mudah untuk kita amalkan adalah berdzikir setelah melaksanakan shalat wajib yang lima waktu. Dzikir (wirid) ini sangat penting karena diantara fungsinya adalah sebagai penyempurna dari kekurangan dalam shalat kita. Bahkan dzikir setelah shalat fardhu merupakan perintah langsung dari Allah Subhanahu Wa Ta�ala, walaupun dalam keadaan genting sekalipun seperti dalam keadaan perang. Sebagaimana firman-Nya:
�Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring.� (An-Nisa�: 103)
Ayat tersebut terkait dengan kondisi perang, maka dalam kondisi aman tentu lebih memungkinkan untuk melaksanakan dzikir.

Para pembaca rahimakumullah, seorang muslim yang berdzikir setelah shalat hendaknya mencukupkan dengan dzikir-dzikir yang telah disyari�atkan dan dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu �Alayhi Wa Sallam bukan dengan dzikir yang tidak dicontohkan oleh beliau, yang tidak disyari�atkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta�ala.
Dzikir-dzikir yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu �Alayhi Wa Sallam berdasarkan hadits-hadits yang shahih adalah sebagai berikut:
1. Mengucapkan istighfar 3 kali:
???????????? ???????
Artinya: �Saya mohon ampun kepada Allah.�
Lalu mengucapkan:
?????????? ?????? ?????????? ???????? ?????????? ??????????? ??? ?????????? ?????????????
Artinya: �Ya Allah Engkaulah As-Salam (Dzat yang selamat dari segala kekurangan) dan dari-Mu (diharapkan) keselamatan, Maha Suci Engkau Dzat Yang mempunyai keagungan dan kemuliaan.� (HR. Muslim no. 591)
2. Mengucapkan:
??? ?????? ?????? ??????? ???????? ??? ??????? ???? ? ???? ????????? ? ?????? ????????? ? ?????? ????? ????? ?????? ???????
?????????? ??? ??????? ????? ?????????? ? ????? ???????? ????? ???????? ? ????? ???????? ??? ???????? ?????? ????????
Artinya: �Tidak ada sesembahan yang haq (benar) diibadahi kecuali Allah satu-satu-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kekuasaan dan milik-Nya pula segala puji, Dia Maha kuasa atas segala sesuatu.
Ya Allah tidak ada yang mampu mencegah terhadap apa yang Engkau berikan, dan ada yang mampu memberi terhadap apa telah Engkau mencegahnya, serta tidak bermanfaat disisi-Mu kekayaan orang yang kaya.� (HR. Al-Bukhari1/225 dan Muslim1/414)
3. Mengucapkan:
??? ?????? ?????? ??????? ???????? ??? ??????? ???? ???? ????????? ?????? ????????? ?????? ????? ????? ?????? ??????? ??? ?????? ????? ??????? ?????? ????????? ??? ?????? ?????? ??????? ????? ???????? ?????? ???????? ???? ??????????? ?????? ????????? ?????? ?????????? ????????? ??? ?????? ?????? ??????? ??????????? ???? ???????? ?????? ?????? ?????????????
Artinya: �Tidak ada sesembahan yang haq (benar) diibadahi kecuali Allah satu-satu-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kekuasaan dan milik-Nya pula segala puji, Dia Maha kuasa atas segala sesuatu.
Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan kekuatan Allah, Tidak ada sesembahan yang haq (benar) diibadahi kecuali Allah dan kami tidak beribadah kecuali kepada-Nya. Milik-Nya segala nikmat, keutamaan dan pujian yang baik. Tidak ada sesembahan yang haq (benar) diibadahi kecuali Allah dengan memurnikan agama hanya untuk-Nya, walaupun orang-orang kafir membencinya.� (HR. Muslim no. 594)
4. Mengucapkan Tasbih, Tahmid dan Takbir:
?????? ????
(Maha suci Allah) 33 kali,
????? ???
(Segala puji hanya milik Allah) 33 kali,
???? ????
(Allah Maha besar) 33 kali,
dan digenapkan menjadi seratus dengan mengucapkan:
??? ?????? ?????? ??????? ???????? ??? ??????? ???? ???? ????????? ?????? ????????? ?????? ????? ????? ?????? ???????
Artinya: �Tidak ada sesembahan yang haq (benar) diibadahi kecuali Allah satu-satu-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kekuasaan dan milik-Nya pula segala puji, dan Dia Maha kuasa atas segala sesuatu.� (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Tentang keutamaannya Rasulullah Shallallahu �Alayhi Wa Sallam bersabda:
 ???? ??????? ??????? ??? ?????? ????? ??????? ???????? ???????????? ???????? ??????? ???????? ???????????? ????????? ??????? ???????? ???????????? ???????? ???????? ??????????? ??????? ??????? ?????????? ??? ?????? ?????? ??????? ???????? ??? ??????? ???? ???? ????????? ?????? ????????? ?????? ????? ????? ?????? ??????? ???????? ?????????? ?????? ??????? ?????? ?????? ?????????.
�Barangsiapa? ??bertasbih? ?(mengucapkan ?????? ????) 33kali, bertahmid (mengucapkan ????? ???) 33 kali, dan bertakbir (mengucapkan ???? ????) 33kali, itu semua berjumlah 99, kemudian sempurnanya 100 dengan mengucapkan:
??? ?????? ?????? ??????? ???????? ??? ??????? ???? ???? ????????? ?????? ????????? ?????? ????? ????? ?????? ???????
((Tidak ada sesembahan yang haq (benar) diibadahi kecuali Allah satu-satu-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kekuasaan dan milik-Nya pula segala puji, dan Dia Maha kuasa atas segala sesuatu)),
Niscaya akan diampuni dosa-dosanya, walaupun sebanyak buih di lautan.� (HR.Muslim no. 597)
#Catatan: Cara menghitung Tasbih, Tahmid dan Takbir yang dicontohkan Rasulullah Shallallahu �Alayhi Wa Sallam adalah dengan jari-jemari. Sebagaimana telah dijelaskan oleh shahabat Yasiirah a. (Lihat Sunan Abu Daud no. 1501 dan Sunan At-Tirmidzi no. 3486)
5. Mengucapkan:
??? ?????? ?????? ??????? ???????? ??? ??????? ???? ? ???? ????????? ?????? ????????? ??????? ????????? ?????? ????? ????? ?????? ???????
Artinya: �Tidak ada sesembahan yang haq (benar) diibadahi kecuali Allah satu-satu-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kekuasaan dan milik-Nya pula segala puji, (Dialah Dzat) Yang Maha Menghidupkan dan Maha Mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.� (HR. At-Tirmidzi dan An-Nasa�i)
Dibaca 10 kali setelah Shalat Maghrib dan Shubuh.
Tentang keutamaannya Rasulullah Shallallahu �Alayhi Wa Sallam bersabda:
�Barangsiapa yang mengucapkan usai shalat Shubuh dalam keadaan melipat kedua kakinya sebelum berbicara
??? ?????? ?????? ??????? ???????? ??? ??????? ???? ? ???? ????????? ?????? ????????? ??????? ????????? ?????? ????? ????? ?????? ???????
10 kali, maka dituliskan baginya 10 kebajikan, dihapus darinya 10 keburukan, dan diangkat baginya 10 derajat,serta harinya itu berada dalam lindungan dari semua yang tidak disenangi dan dijaga dari setan, juga dosa tidak akan mencapai (timbangan)nya pada hari itu selain dosa menyekutukan Allah (berbuat kesyirikan -red).� (HR. At-Tirmidzi no. 3474 dan Ahmad no. 16583/16699)
6. Membaca Ayat Kursi:
Artinya: �Allah, tidak ada ilah (sesembahan yang haq (benar) diibadahi) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa�at di sisi Allah tanpa izin-Nya? (Allah) mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.� (Al-Baqarah: 255)
Tentang keutamaannya Rasulullah Shallallahu �Alayhi Wa Sallam bersabda:
?? ??? ??? ?????? ?? ??? ?? ???? ?????? ?? ????? ?? ???? ????? ??? ?? ???? ??? ??? ?? ??? ???????
�Barangsiapa membaca Ayat Kursi setiap selesai menunaikan shalat lima waktu, maka tidaklah ada yang menghalanginya untuk masuk ke dalam Al-Jannah (Surga) kecuali kematian.� (HR. An-Nasa�i dalam Sunan Al-Kubra no. 9928)
7. Membaca surat Al-Ikhlash, Al-Falaq dan An-Naas:
Artinya: �Katakanlah: �Dia-lah Allah, yang Maha Esa. Allah adalah Rabb yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.� (Al-Ikhlash: 1-4)
Artinya: �Katakanlah: �Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai subuh. Dari kejahatan makhluk-Nya. Dan dari kejahatan malam apabila Telah gelap gulita.Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul. Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.� (Al-Falaq: 1-5)
Artinya: �Katakanlah: �Aku berlindung kepada Rabb (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Ilah (sesembahan) manusia. Dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.� (An-Naas: 1-6)
#Catatan: Tiga surat tersebut dibaca 3 kali setelah shalat Maghrib dan Shubuh dan dibaca 1 kali setelah shalat Zhuhur, �Ashar dan �Isya`.
Keutamaannya adalah sebagimana sabda Rasulullah Shallallahu �Alayhi Wa Sallam: �Tiga surat tersebut cukup bagimu (sebagai permohonan perlindungan) dari segala kejelekan.� (Lihat Sunan Abu Daud no. 5094)
Wallahu a�lam.
�Semoga Tulisan Ini Bermanfaat Bagi Kita Semua� Aamiin.

Selasa, 18 Maret 2014

Al-Qur'an Dan Puasa Menjadi Syafa'at (Pembela) Yang Handal

Bismillaahirrahmaanirrahiim...
Assalamu�alaikum warahmatullahi wabarkaatuh
# AL-QURAN DAN PUASA MENJADI SYAFAAT (PEMBELA) YANG HANDAL#
?#?Oleh?: Abu Samah Al Hafidz

�Dari Abdullah bin Amr ra. Rasulullah Shallahu�alaihi wasallam bersabda: �puas dan al-quran, akan menyafaati keduanya yakni membela bagi seorang hamba, puasa berkata �Ya Allah, sungguh saya melarang kepada hamba ini makan dan menuruti hawa nafsu di waktu siang, maka terimalah syafaat saya buat hambamu ini, al-quran berkata �Ya Allah saya melarang tidur kepada hambamu ini di waktu malam, maka keduanya yakni PUASA DAN AL-QURAN di terima syafaatnya (pembelaannya) (HR. Ahmad).
Pertama: Bahwa PUASA DAN AL-QURAN, keduanya berusaha membela orang yang dekat dengan keduanya, yakni orang yang sering PUASA dan orang yag sering baca AL-QURAN.
Bergembiralah hai orang-orang yang gemar BERPUASA dan BACA AL-QURAN, karena kamu di akhirat nanti, punya pembela yang handal, pembela yang di terima belaannya di sisi Allah subhanallahu wa ta�ala.
Dan orang-orang yang jauh dari AL-QURAN dan tidak gemar BERPUASA, pasti akan merasakan penyesalan yang mendalam.
Kedua: Orang yang terbaik adalah orang yang belajar al-quran dan orang yang mengajarkannya, jadi kalau kita ingin menjadi orang yang terbaik, kita harus bersemangat belajar al-quran dan mengajarkannya.
Sungguh sangat beruntung orang-orang yang dekat dengan al-quran, membaca al-quran, menghafal al-quran dan mencintai al-quran.
Catatan: 1
Mari kita lihat pada zaman sekarang sungguh sangat menyedihkan, hampir setiap rumah muslim sudah jarang sekali terdengar bacaan al-quran, masyarakat sudah meninggalkan al-quran jauh sekali, tidak membacaya, tidak mempelajarinya apalagi sampai menghafalkannya.
Mari kita pelajari al-quran, kita baca al-quran, ajarkan al-quran semoga kita termasuk orang-orang yang terbaik di sisi Allah dan Rasulnya.
Catatan: 2
Buat apa banyak harta, kedudukan tinggi, terhormat di mata manusia, sementara di sisi Allah kita bukan orang yang terbaik, bukan orang yang terhormat atau mungkin kita termasuk orang yang di benci di sisi Allah karena kita meninggalkan al-quran, Naudzubillah.
Faidah-faidah yang bisa kita ambil:
1. Amalan sholeh di akhirat itu tidak ada wujudnya (bentuknya).
2. Al-quran dan puasa akan memberikan syafaat.
3. Anjuran supaya menghafal al-quran dan memperbanyak puasa.
4. Kemuliaan orang yang hafal al-quran, sehingga di akui keluarga oleh Allah.
5. Orang yang hafal al-quran ummat paling mulia.
6. Orang terbaik adalah orang yang belajar al-quran dan mengajarkannya.

Catatan dari ana:
1. Mari kita berusaha keras supaya dekat dengan al-quran, agar kita kelak punya pembela atau pengacara yang handal.
2. Betapa bahaginya, betapa bangganya jikalau orang tau mempunyai anak yang hafal al-quran, punya anak yang sholeh dan sholehah yang mengamalkan al-quran, pada hari qiamat nanti, orang tua kita akan di berikan mahkota yang sangat indah sekali, yang bercahaya gemerlapan, di saksikan oleh jutaan manusia.
3. Orang yang hafal al-quran insyaallah jasadnya tidak akan hancur di kala di qubur.
Setelah kita melihat nash-nash di atas, apakah kita masih malas untuk menghafal al-quran?...coba perhatikan baik-baik wahai saudaraku dan saudariku! Siapa orang yang paling beruntung hidup di dunia ini? Apakah mereka yang banyak harta? Atau punya jabatan yang tinggi?. Tanpa menghafal al-quran, orang-orang itu tidak mungkin di perhatikan oleh al-quran pada hari qiamat nanti, tidak mungkin di belanya.
Disinilah kebanggaan orang-orang yang hafal al-quran, karena mereka mendapatkan derajat yang tinggi sekali, disini pula orang-orang tidak menghafal al-quran merasakan penyesalan yang mendalam, mengapa waktu di dunia mereka tidak mau menghafalkan al-quran.
Sungguh sebetulnya kalau kita mau mengahafal al-quan sanagat mudah wahai saudaraku dan saudariku hanya saja kita gemar menyia-nyiakan waktu, gemar memanfaatkan waktu kepada hal-hal yang benar-benar merugukan kita di akhirat nanti. Wallahu�alam.
�Semoga kita termasuk orang yang gemar membaca/mempelajari/menghafal al-quran dan gemar bepuasa�
Aamiin..

Nasehat Buat Wanita Muslimah Yang Berhias Seronok

#Bismillahirrahmanirrahim.. 
 Nasehat buat wanita muslimah yang berhias seronok
#Oleh: Abu Samah Al Hafidz

Kejelekan Tabarruj (berhias ala jahiliyah, seronok) � Tabarruj adalah maksiat kepada Allah dan Rasul. Barangsiapa yang maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya maka ia hanya akan mencelakakan dirinya sendiri dan tidak akan mencelakakan Allah sedikitpun. Rasulullah Shalallahu �alaihi wassalam bersabda:

�Semua umatku akan masuk surga kecuali orang yang menolak� Mereka bertanya: �Ya Rasulullah! Siapakah orang yang menolak itu? Beliau menjawab: �Siapa yang taat kepadaku akan masuk surga dan siapa yang maksiat kepadaku maka ia telah menolak.� � Tabarruj menyebabkan laknat dan dijauhkan dari rahmat Allah. Rasulullah Shalallahu �alaihi wassalambersabda:

�Akan ada pada akhir umatku nanti wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, kepala mereka bagaikan punuk unta, laknatlah mereka karena mereka adalah wanita-wanita yang pantas dilaknat.�� Tabarruj adalah sifat penghuni neraka. Rasulullah Shalallahu �alaihi wassalam bersabda:

�Ada dua golongan penghuni neraka yang belum pernah saya lihat; kaum yang membawa cemeti bagai ekor sapi yang digunakan memukul menusia dan wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang...� � Tabarruj penyebab hitam dan gelap di hari kiamat. Diriwayatkan dari Nabi Shalallahu �alaihi wassalam, beliau bersabda:

�Permisalan wanita yang berhias untuk selain suaminya, adalah bagaikan kegelapan pada hari kiamat, tidak ada cahaya baginya.� Maksudnya adalah wanita yang berlenggak-lenggok ketika berjalan dengan menarik pakaiannya, akan datang pada hari kiamat dalam keadaan hitam dan gelap, bagaikan berlenggak-lenggok dalam kegelapan. Dan hadits ini walaupun lemah, tetapi artinya benar, karena kenikmatan dalam maksiat adalah siksaan, wangi-wangian akan menjadi busuk dan cahaya menjadi kegelapan. Kebalikan dari taat, bahwa bau mulut orang yang berpuasa dan darah orang yang mati syahid lebih harum di sisi Allah dari bau minyak kasturi." � Tabarruj adalah kemunafikan. Rasulullah Shalallahu �alaihi wassalambersabda:

�Sebaik-baik wanita kalian adalah yang memiliki kasih sayang, subur (banyak anak), suka menghibur dan siap melayani, bila mereka bertakwa kepada Allah. Dan sejelek-jelek wanita kalian adalah wanita pesolek dan penghayal mereka itu adalah wanita-wanita munafik, mereka tidak akan masuk surga kecuali seperti ghurab a�sham.� Yang dimaksud ghurab a�sham adalah burung gagak yang memiliki cakar dan kaki merah, pertanda minimnya wanita masuk surga, karena burung gagak yang memiliki sifat seperti ini sangat jarang ditemukan. � Tabarruj mengoyak tirai pelindung dan membuka aib. Rasulullah Shalallahu �alaihi wassalambersabda:

�Siapa saja di antara wanita yang menanggalkan pakaian-nya di selain rumah suaminya, maka ia telah mengoyak tirai pelindung antara dirinya dan Allah Azza wa Jalla.�� Tabarruj adalah perbuatan keji. Wanita itu adalah aurat, dan membuka aurat adalah keji dan dibenci. Allah Shalallahu �alaihi wassalamberfirman:

�Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata: �Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakan-nya.� Katakanlah: �Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji.� (Q.S. Al-A�raf: 28) Sebenarnya setanlah yang memerintahkan manusia melakukan perbuatan keji itu, sebagaimana firman Allah:

�Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir).� (Q.S. Al-Baqorah: 268) � Tabarruj adalah ajaran iblis Sesungguhnya kisah Adam dengan Iblis memberikan gambaran kepada kita bagaimana musuh Allah, Iblis itu membuka peluang untuk melakukan perbuatan dosa dan mengoyak tirai pelindung dan bahwa Tabarruj itulah tujuan asasi baginya. Allah Subhanahu wa Ta�ala berfirman:

�Hai anak Adam! Janganlah kamu sekali-kali dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya.� (Q.S. Al-A�raf: 27) Jadi iblislah yang mengajak kepada Tabarruj dan buka-bukaan. Dialah pemimpin utama bagi para pencetus apa yang dikenal dengan Tahrirul Mar�ah (pembebasan wanita). � Tabarruj adalah jalan hidup orang-orang Yahudi. Orang-orang Yahudi memiliki peran yang sangat besar dalam menghancurkan umat ini melalui wanita, dan kaum wanita sejak dulu memiliki pengalaman di bidang ini, di mana Rasulullah Shalallahu �alaihi wassalambersabda:
�Takutlah pada dunia dan takutlah pada wanita karena fitnah pertama pada Bani Israel adalah pada wanita.� � Tabarruj adalah Jahiliyah busuk. Allah Subhanahu wa Ta�ala berfirman:

�Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah.� (Q.S. Al-Ahzab: 33) Nabi Shalallahu �alaihi wassalam telah menyifati ajakan Jahiliyah sebagai ajakan busuk dan kotor. Jadi ajakan Jahiliyah adalah saudara kandung Tabarruj Jahiliyah. Rasulullah Shalallahu �alaihi wassalam bersabda:

�Semua yang merupakan perkara Jahiliyah tersimpan di bawah telapak kakiku.� Baik itu bernama Tabarruj Jahiliyah, ajakan Jahiliyah ataupun kesombongan Jahiliyah. � Tabarruj adalah keterbelakangan. Buka-bukaan dan telanjang adalah fitrah hewan ternak, tidak seorangpun yang condong kepadanya kecuali dia akan terperosok jatuh ke derajat yang paling rendah dari pada derajat manusia yang telah dimuliakan Allah. Dari sini nampaklah bahwa Tabarruj adalah tanda kerusakan fitrah, ketiadaan ghirah dan mati rasa: Anda mengangkat baju hingga lututDemi Tuhanmu, sungai apa yang akan anda seberangiBaju itu bagaikan naungan di waktu pagiYang semakin pendek, waktu demi waktuAnda mengira bahwa laki-laki itu tidak memiliki perasaanPadahal anda sendiri yang mungkin tidak punya perasaan� Tabarruj adalah pintu adzab yang merata. Seseorang yang memperhatikan nash-nash syare�at dan sejarah (Islam) akan meyakini adanya kerusakan yang ditimbulkan oleh Tabarruj dan bahayanya atas agama dan dunia, apalagi bila diperparah dengan Ikhtilath (percampurbauran antara laki-laki dan wanita). Akibat dan bahaya Tabarruj yang menakutkan Wanita-wanita yang melakukan Tabarruj berlomba-lomba menggunakan perhiasan yang diharamkan untuk menarik perhatian kepadanya. Sesuatu yang justru akan merusak akhlak dan harta serta menjadikan wanita sebagai barang hina yang diperjualbelikan, dan di antara bahayanya adalah:
#Pertama Rusaknya akhlak kaum lelaki khususnya para pemuda yang terdorong melakukan zina yang diharamkan ini.
#Kedua Memperdagangkan wanita sebagai sarana promosi atau untuk meningkatkan usaha perdagangan dan sebagainya.
#Ketiga Mencelakakan diri wanita sendiri, karena Tabarruj itu menunjukkan niat jelek dari apa yang ia suguhkan untuk menggoda orang-orang jahat dan bodoh.
#Keempat Tersebarnya penyakit, seperti sabda Rasulullah Shalallahu �alaihi wassalam :

�Tidaklah suatu perbuatan zina itu nampak pada suatu kaum hingga mereka mengumumkannya kecuali akan tersebar di antara mereka penyakit menular dan penyakit-penyakit lain yang belum pernah ada pada orang-orang dulu.� 5. Mempermudah mata melakukan maksiat, Rasulullah Shalallahu �alaihi wassalambersabda: �Kedua mata zinanya adalah melihat.� Serta menyulitkan ketaatan ghadhul bashar (menundukkan pandangan) yang merupakan sesuatu yang lebih berbahaya dari ledakan bom atom dan gempa bumi. Allah Subhanahu wa Ta�ala berfirman: �Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu dengan sehancur-hancurnya.� (Q.S. Al-Isra�: 16) Dalam hadits juga disebutkan:

�Sesungguhnya manusia bila melihat kemungkaran dan tidak merubahnya, dikhawatirkan Allah akan menimpakan mereka adzab.� Wahai ukhti muslimah! Tidakkah anda memperhatikan hadits nabi : �Buanglah duri dari jalan kaum muslimin.� Dan bila membuang duri dari jalan termasuk cabang iman, maka duri manakah yang lebih berat, batu di jalan atau fitnah yang merusak hati, menerbangkan akal dan menyebarkan kekejian di antara orang-orang mu�min. Sesungguhnya tidaklah seorang lelaki muslim terkena fitnah pada hari ini karena anda yang telah memalingkannya dari mengingat Allah dan menghalanginya dari jalan yang lurus -padahal anda sanggup mencegahnya dari fitnah itu- kecuali di hari esok nanti Allah akan menghukum anda dengan adzab yang sangat pedih. Segeralah taat kepada Allah, tinggalkan kritikan dan ejekan manusia, karena perhitungan Allah kelak sangat ketat. Wallahu'alam.

Mengapa Saya Menghafal Al-Qur'an



MENGAPA SAYA MENGHAFAL AL-QURAN?
#Oleh: Abu Samah Al Hafidz
#Bismillahirrahmaanirrahiim
Assalamu'alakum warahmatullahi wabarkatuh


Saudaraku dan saudariku apakah ada niat dalam hati saudaraku dan saudariku untuk menghafal al-quran.Mari kita lihat niat-niat indah dalam menghafal al-quran:MENGAPA SAYA MENGHAFAL AL-QURAN?
1. Saya senang menghafal al-quran, supaya menjadi ahli allah serta mendapat tempat khusus di sisi allah.
2. Saya senang menghafal al-quran karena hati selalu tertaut dengan al-quran tidak akan di siksa oleh allah subhanallahu wata'ala.
3. Saya senang menghafal al-quran, agar kelak al-quran menjadi syafaat bagi saya di dalam qubur dan hari qiamat kelak.
4. Saya senang menghafal al-quran, agar kedua orang tua saya memakai mahkota kemulian di hari qiamat nanti.
5. Saya senang menghafal al-quran seluruhnya hingga saya mencapai derajat tertinggi di surga kelak.
6. Saya senang menghafal al-quran, supaya dia (al-quran) menjadi obat dari segala penyakit yg menimpa saya.
7. Saya senang menghafal al-quran , agar iya menolong saya untuk mengerjakan shalat malam.
8. Saya senang menghafal al-quran, agar saya termasuk orang yang banyak berdzikir "mengingat" kepada allah.
9. Saya senang belajar al-quran, supaya saya menjadi orang terbaik di sini allah dan rasulunya.
10. Saya senang menghafal al-quran, agar saya menkadi ummat yang paling mulia.
11. Saya senang menghafal al-quran, supaya saya jadi pimpinan di surga kelak.
Wallahu'alam.
Insyaallah apa yang di tulis di atas tentang niat-niat indah dalam menghafal al-quran, akan dikabulkan allah oleh allah subhanallahu wa ta'ala.
"Aamiin ya robbal aalamiin".

Persiapan Menuju Hari Akhir

Bismillaahirramaanirrahiim...
Assalamualaikum warahmatullahi wabarkatuh...
PERSIAPAN MENUJU HARI AKHIR
#Oleh: Abu Samah Al Hafidz

Marilah kita senantiasa memuji Allah Subhanahu wa Ta�ala yang menjadikan hidup dan mati, untuk menguji hamba-hamba-Nya sehingga terbedakan siapa yang paling baik amalannya di antara mereka. Begitu pula kita memuji Allah Subhanahu wa Ta�ala, Rabb yang menciptakan manusia untuk beribadah kepada-Nya dan memuliakan hamba-hamba-Nya yang menaati-Nya. Maka, sungguh berbahagialah orang-orang yang bertakwa kepada-Nya. Dan sungguh merugilah orang-orang yang bermaksiat kepada-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi yang mulia, sayyidina Muhammad ibn �Abdillah, keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang senantiasa mengikuti jalannya.

Ketahuilah, bahwa kehidupan dunia ini ibarat tempat penyeberangan yang sedang dilalui oleh orang-orang yang hidup di dalamnya. Setiap orang akan melewati dan meninggalkannya, lalu menuju kehidupan yang sesungguhnya. Allah Subhanahu wa Ta�ala menjadikan dunia ini sebagai tempat beramal dan akhirat sebagai tempat pembalasan amalan. Maka setiap orang yang beramal, dia akan melihat balasannya. Dan orang yang lalai akan menyesali perbuatannya. Setiap orang yang menjalani kehidupan dunia ini akan ada saat berakhirnya. Hari pembalasan pasti akan datang, dan apa saja yang akan datang adalah sesuatu yang dekat. Maka, janganlah kita tertipu dengan gemerlapnya kehidupan dunia yang sementara ini, sehingga melalaikan dari kehidupan yang sesungguhnya di akhirat nanti.

Saudaraku dan saudariku....

Ingatlah, bahwa kematian adalah suatu kepastian yang akan menimpa seseorang. Kematian akan memisahkan dirinya dari keluarga, harta, serta tempat tinggalnya. Allah Subhanahu wa Ta�ala telah memberitakan melalui firman-Nya, bahwa di antara manusia ada yang akan mendapatkan pertolongan dan mendapatkan kabar gembira pada saat kematiannya, serta ada pula yang merasakan ketakutan yang luar biasa. Allah Subhanahu wa Ta�ala menyebutkan keadaan orang-orang yang bahagia saat kematiannya dalam firman-Nya,?

�Malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan, �Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih dan berbahagialah dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepada kalian.� Kami adalah penolong-penolong kalian dalam kehidupan dunia dan akhirat, di dalam (surga) kalian akan memperoleh apa yang kalian inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kalian minta.� (Fushshilat: 30-31)

Sungguh, kita semua tentu mengharapkan kabar gembira di saat malaikat maut hendak mencabut nyawa kita. Karena dengan itu seseorang akan mengawali kehidupan bahagia di alam akhiratnya. Dimulai dengan kenikmatan di alam kuburnya dan kemudahan-kemudahan yang akan terus dialami pada kehidupan akhiratnya. Keutamaan yang Allah Subhanahu wa Ta�ala karuniakan ini akan dirasakan oleh orang-orang yang menyerahkan dirinya kepada Allah Subhanahu wa Ta�ala sehingga menerima dan menjalankan syariat-Nya. Yaitu orang-orang yang senantiasa ikhlas dalam beribadah kepada-Nya dan mengikuti jalan Rasulullah shallallahu �alaihi wa sallam dan para ulama yang mengikuti jejaknya. Adapun orang-orang yang menyerahkan dirinya kepada selain Allah Subhanahu wa Ta�ala, sehingga beribadah kepada selain-Nya dan menyelisihi jalannya Rasulullah shallallahu �alaihi wa sallam, serta jalan para ulama yang mengikutinya, maka dia akan merasakan siksa yang sangat pedih. Dimulai dari saat kematiannya dan begitu pula ketika berada di alam kuburnya. Wallahu'alam.
"Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu taak kepada Allah subhanahu wata'ala".
"Aamiin".

Senin, 17 Maret 2014

Firqoh An-Najiyah



DEFINISI AL-FIRQAH AN-NAJIYAH [AHLUS SUNNAH WAL JAMA'AH]




           Firqah (dengan huru fa' dikasrahkan) artinya sekelompok manusia. la disifati dengan an-najiyah, (yang selamat), dan Al-Manshurah, (yang mendapat pertolongan), berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam

"Artinya : Akan senantiasa ada sekelompok umatku yang tegar di atas al-haq, yang tidak akan terkena mudharat dari orang yang enggan menolong atau menentang mereka, sehingga datanglah keputusan Allah sedangkan mereka tetap dalam keadaan begitu
�( Dikeluarkan oleh Al-Bukhari dengan lafazhnya dari Mughirah RA, IV/187 dan Muslim III/1523.)

        Adapun Ahlus Sunnah wal Jama'ah, adalah merupakan pengganti atau nama lain dari kelompok tersebut. Yang dimaksud dengan As-Sunnah adalah Thariqah (cara/jalan ) yang dianut oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam para sahabat beliau, dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka hingga Hari Kiamat.

          Adapun al-jama'ah, makna asalnya adalah sejumlah orang yang mengelompok. Tetapi, yang dimaksud dengan al-jama'ah dalam pembahasan aqidah ini adalah Salaf (pendahulu) dari umat ini dari kalangan shahabat dan orang-orang yang mengikuti kebaikan mereka, sekalipun hanya seorang yang berdiri di atas kebenaran yang telah dianut oleh jama 'ah tersebut.
(Ar-Raudah An-Nadiyyah Syarh Al-Aqidah Al-Washitiyyah?, hal. 14 Zaid bin Fayyadh dan Muhammad Khalil Al-Haras, hal 16.)
Abdullah bin Mas'ud Radhiyalahu anhu berkata :

"Artinya : Jama'ah adalah apa yang selaras dengan kebenaran, sekalipun engkau seorang diri.

Dari 'Auf bin Malik yang berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

"Artinya : Umat Yahudi berpecah menjadi tujuh puluh satu golongan, satu golongan di jannah sedangkan tujuh puluh golongan di naar. Umat Nasrani berpecah menjadi tujuh puluh dua golongan, tujuh puluh satu golongan di naar sedangkan satu golongan di jannah. Demi Allah, yang jiwaku di tangan-Nya, umatku akan berpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan, satu golongan di jannah sedangkan tujuh puluh dua golongan di naar."
( Ibnul Qayyim, ighasatul Lahfan Min Mashayid Asy-Syaithan?, I/70)
Wallahu'alam.
"Semoga Tulisan Ini Bermanfaat Bagi Kita Semua Aamiin".